Skip to main content

Pengalaman menggunakan linux

Assalamualaikum semuanya >_<

kalo kalian baca tulisan ini perlu diketahui nama saya Dede Ending Narhudin.  Yah saat ini baru naik kelas XII jurusan TKJ di SMK N 2 Ciamis,  dan bentar lagi mau PKL pas masuk hehe ( saat ini lagi liburan akhir tahun ).
Oke langsung aja biar nggak banyak basa basi saya mau sharing pengalaman menggunakan GNU/linux.

1. Distro yang di pakai :
- Debian
yup ini dia cinta pertama saya hehe,  awalnya kan tuntutan pelajaran Administrasi Server ( TKJ ). Disini saya masih menggunakan mesin Virtual baik menggunakan VMware maupun VirtualBox untuk menginstalnya, di Debian ini saya di ajarkan oleh guru saya Ibu Rina Kartika membuat DHCP server, DNS server,  FTP server,  NTP server,  WEB server, Mail server,  WEB MAIL server, dan PROXY server.
Kesan pertama kali saya menggunakan Debian yaitu "ini apaan sih?? " kira-kira itulah ekspresi saya hehe. Gimana nggak bingung, baru pertama kali liat tampilan CLI dari SD-SMP :(

- Linux Mint
Inilah dia Distro kedua saya setelah Debian hehe.  Kita sepakati aja kalau Debian buat tuntutan belajar dan Linux Mint buat sampingan.  Awalnya iseng sih download Linux Mint dan singkat cerita kubuatlah bootablenya, setiap hari kubawa kesekolah FlashDisk Kingston 8 GB kesayanganku.  Suatu hari entah mata pelajaran apa lupa lagi, disuruh untuk memmuat laporan tentang instalasi GNU/Linux mode CLI dan GUI. Entah takdir atau apa ini merupakan sebuah keajaiban hehe disaat teman-teman saya kebingungan mau dapat instalasi GNU/Linux saya tinggal colok FlashDisk dan setting  Bios.



- Ubuntu
Tepatnya sih Ubuntu 18.04. Entah lagi kena apa, tiba-tiba ada keinginan untuk menggunakan Ubuntu 18.04 ini.  Saya yang waktu itu memakai Windows 10 pun menjadikan dual boot dengan Si Ubuntu karena kalau dipdipikir-pikir masih ragu untuk migrasi sepenuhnya ke Linux. Kita tau semua lah di Indonesia kebanyakan menggunakan Windows untuk kegiatan sehari-hari, Begitu juga dengan saya yang menggunakan windows untuk menunjang kegiatan belajar saya ( membuat dokumen,  print,  mengedit foto dll) jadi inilah alasan kenapa untuk tidak sepenuhnya migrasi ke linux hanya 80% menggunakan Linux dan 20% windows.
Di Ubuntu inilah saya mulai mengenal terbiasa dan sangat suka sekali dengan Linux
- Kali Linux
yup... ini dia Distro yang sampai sekarang saya pakai ( ini lagi pakai hehe )


Comments

Popular posts from this blog

Cara update dan upgrade Manjaro Linux

 Assalamualaikum Pada kesempatan hari ini saya akan share bagaimana cara update dan upgrade di Manjaro Linux.  1. Buka terminal 2. Masuk ke superuser mode 3. Ketik pada terminal 4. Tunggu sampai selesai

Cara mengubah wifi ke mode monitor di Kali Linux

Hai... mengubah wifi ke mode monitor dibutuhkan misalnya saat kalian menggunakan tools mdk3, aircrack-ng, dll 1. kill semua proses jaringan terlebih dahulu dengan mengetik perintah " airmon-ng check kill "  2. lihat interface yang akan kita ubah ke mode monitor. Disini interface saya wlan0. ketik perintah "airmon-ng". 3. Untuk mengubah interface wlan0 ke mode monitor ketik perintah " airmon-ng start wlan0 ". Setelah itu interface berubah menjadi wlan0mon dan otomatis berubah ke mode monitor. Untuk mematikan mode monitor : 1. ketik perintah " airmon-ng stop wlan0mon". 2. Mulai kembali jaringan dengan mengetik perintah " service network-manager start ".

Cara menambah repositori di kali linux

hai... Repositori itu apa?? yup,, biasanya saya dapat pertanyaan seperti itu. Repositori adalah "tempat berbagai program dan aplikasi yang dapat diakses melalui internet". 1. Buka terminal. 2. Ketik perintah "nano /etc/apt/sources.list". 3. Tambahkan baris : deb http: // http.kali.org / kali kali-rolling main non-free contrib deb-src http: // http.kali.org / kali kali-rolling main non-free contrib Setelah itu tekan Ctrl+O dan enter, untuk menyimpan konfigurasi pada file sources.list. Dan keluar dengan cara Ctrl+X. 4. Setelah itu update dengan mengetik "apt-get update". 5. Upgrade dengan mengetik "apt-get upgrade".